BAB
II
PEMBHASAN
A. Pengertian Revolusi Industri
Revolusi
adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan
menyangkut dasar atau pokok kehidupan masyarakat. Revolusi industri adalah perubahan
teknologi,sosioekonomi, dan budaya pada akhir abad ke -18 dan awal abad ke -19
yang terjadi dengan penggantian ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang
didominasi oleh industri dan di produksi mesin.
Revolusi
ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan menggunakan batu
bara sebagai bahan bakar) dan di tenagai oleh mesin (terutama dalam produksi
tekstil). Revolusi telah mengubah cara
kerja manusia dari penggunaan tangan mnejadi menggunakan mesin. istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan
oleh friedrich Engels dan Louis Aguste Blanqui di pertengahan abad ke -19. Revolusi Industri dapat dikatakan sebagai
suatu peristiwa yang mengubah sistem ekonomi agraris menjadi sistem ekonomi
Industri yang menggunakan tenga mesin sebagai alat produksinya,menggatikan
tenaga hewan dan manusia.
Sebulum
dikenal alat-alat mekanis dan otomatis, masyrakat Eropa bekerja dengan
menggunakan alat-alat manual (menggunakan tenaga manusia) dan masih
mengandalkan kecepatan kedua tangan dan kaki.
Pada masa
revolusi industri, perlatan tersebut jarang digunakan sebab telah ditemukan
mesin pemintal, mesin tenun, lokomotif, dan sebagainya. Semua mesin tersebut bukan digunakan oleh
tangan dan kaki, tetapi oleh mesin uap.
Dengan demekian, pada masa revolusi industri terajadi penghematan tenaga
manusia. Setelah revolusi industri
terjadi, perbedaan pola hidup masyarkat sangat terlihat.
B. Latar Belakang Terjadinya Revolusi
Industri
Revolusi
industri dikawasan Benua Eropa bermula di negara Inggris, kemudian pada awal abad ke-19, mulai menyebar
kenegara-negara Eropa lainya dan negara-negara di Benua Amerika. Adapun sebab-sebab yang melatarbelakangi
terjadinya revolusi industri tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Keamanan dalam negara inggris yang mantap. Mntapnya kondisi keamanan negra Inggris pada
sekitar abad ke -18, sehingga menjamin seluruh segi kehidupan masyarakat
Inggris pada saat itu. Begit puladengan
sistem ekonomi, masyarakat Inggris dengan tenang dan tanpa rasa takut
menjalankan roda perekonomian mereka.
2.
Mulai
berkembangnya kegiatan kewiraswataan dan manufakur. Berkembangnya masyarakat Eropa sebulum
revolusi industri hidup dalam sistem perdaganagan yang masih menggunakan uang
dan sistem barter. Kegiatan-kegiatan
diproduksi dalakukan di rumah-rumah atau kerajinan rumah (home industri). Di Prancis dikenal
istilah “Gilda”, yaitu bengkel
kerja dan pusat usaha. Setiap orang yang
akan memesan barang-barang dapat menghubungi gilda. Alat-alat yang dihasilkan oleh gilda adalah
alat rumah tangga, alat kerja pertanian, dan sebagainya. Gilda baru bekerja apabila ada pesanan. Prekembangan selanjutnya dari gilda ini
adalah munculnya minat yang luar biasa dari masyarakat Inggris terhadap tempat
pengolahan yang lebih memadai seperti pabrik.
Dari minat inilah, muncul kegiatan Ekonomi manufaktur dimana para
pekerja tidak lagi bekerja di rumah-rumah melainkan di tempat-tempat khusus
yang disediakan pengusaha sebagai tempat produksi.
3.
Inggris
memilki kekayaan alam terutama batu bara dan bijih besi. Kekayaan SDA seperti banyak ditemukan batu
bara dan bijih besi, telah membantu Inggris dalam mengembangkan industrinya
karena batu bara dan bijih besi sangat diperlukan dalam proses produksi. Batu bara dijadikan sebagai bahan abakar
mesin-mesin dab bijih besi diperlukan untuk industri barat. Kekayaan alam tersebut ditunjang oleh
kemampuan dan keinginan manusianya.
Orang Inggris terkenal sebagai oarang yang rajin dan tekun dalam
penelitian alam. Kemauan dan keuletan
warga Inggris itu, didukung oleh adanya lembaga penelitian bernama (the royal for improving natural knowledge yang
didirikan oleh pemerintah Inggris pada 1662 dan the french Academy of Science yang didirikan pada 1666. Kedua lembaga tersebut mensponsori
kegiatan-kegiatan eksplorasi alam, sehingga denagan adanya lembaga-lemabaga ini
telah mendorong terjadinya penemuan-penemuan baru dikemudian hari.
4.
Inggris
memilki banyak daerah jajahan. Kerjaan
Inggris pada abad ke -18 memliki banyak daerah jajahan yang tersebar di Bneua
Afrika dan Asia. Daerah daerah inilah
yang mendukung kegaiatan inndustri Inggris, karean daerah jajahan tersebut
dapat menyediakan bahan baku yang diperlukana oleh industri Inggris. Selain itu, daerah-daerah jajaha tersebut
dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran hasil industri Inggris.
5.
Terjadinya
revolusi Agararia. Kondisi masyarakat
Inggris yang dilanda gejolak turut melatarbelakangi revolusi industri di negara
tersebut. Gejolak yang dimaksud adalah
revolusi Agraria (pertanian). Revolusi
Agraria ini disebabkan oleh berkembangnya kerajina pakaian wol, yang denagn
sendirinya meningkatkan permintaan bulu domba.
Dari hal itu, usah dibidang wol menjadi sangat menarik, maka tanah
pertanian di ubah menjadi peternakan domba.
Untuk keperluan peternakan domba tersebut, tanah para bangsawan yang
tersebar letaknya dikumpulkan dengan cara ditukar-tukar dengan tanah milik
petani. Tanah yang berupa tanah padang
itu dipagari dan digunakan sebagai penegmbalaan domba. Perubahan fungsi tanah menjadi lahan
peternakan pun disebabkan harga gandum yang turun. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap
para petani. Sebelumnya, pada saat tanah
pertanian masih diusahakan mereka bekerja sebagai petani penyewa. Sebab tanah di Inggris pada dasarnya adalah
milik raja dan bangsawan. Sejak tanah
itu diubah menjadi lahan perternakan jumlah pekerja yang dibutuhkan relatif
sedikit. Akibatnya, banyak para petani
beralih kerja sebagai pekerja di tambang batu bara dan pabrik-pabrik tekstil. Ada pula yang pergi ke kota yang mencari
kerja disana. namun, lapangan kerja
terbatas dan akhirnya muncul gelandangan.
Munculnya gelandangan menjadi masalah tersendiri bagi pemeritah. Pada saat perkembangan industri sangat pesat
diperkotaan, pemerintah dapat menangulangi masalhmasalh gelandangan dengan
menjadikan sebagai buruh.
6.
Munculnya
paham ekonomi liberal. kegiatan lain
yang mendorong lahirnya Revolusi Industri adalah kegiatan perekonomian. Sejak abad ke-17, dunia pelayaran dan
perdagangan di Inggris berkembannya pesat.
Perkembangan itu dibuktikan oleh banyaknya kongsi-kongsi dagang, seperti
EIC (East India Company), Virginia Co., plymouth
Co., Masaachusets bay co., dan lain-lain.
Para kongsi dagang banyak memperoleh keuntungan dari penanaman modalnya
di Inggris dan daerah lain. Sebagian
besar dari keuntunganya itu ditabung di bank, sehingga secara keseluruhan
aktivitas mereka memberi kesejahtraan bagi kerajaan Inggris. Gejolak dalam masyrakat lainya adalah
munculnya paham ekonomi liberal. Tokoh
tokoh yang mengembangkan paham ini adalah Adam Smith, Thomas Robert Malthus,
David Ricardo, dan John Sturart Mill.
Pham ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap paham ekonomi
merkantilisme yang melahirkan sistem ekonimi yang diatur oleh pemerintah.
7.
Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejak
awal abad ke-16, Inggris mulai memasuki abad pemikiran yang mengakibatkan
munculnya ilmuan-ilmuan baru tersebut, muncul pula ide-ide baru. Ide dan gagsan baru tersebut mendorong
terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang didasarkan atsa ide dan
gagsan baru tersebut, muncul pula penemuan-penemuan baru yang dapat memperingan
segala jenis pekerjaan manusia. Dengan
temuan-temuan baru inilah revolusi industri dimulai.
Faktor lain yang melatarbelakangi
terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada
abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta
adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti
The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French
Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik
dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan
kaya akan sumber daya alam.
a.
Faktor Kunci
Terjadinya Revolusi Industri
Faktor kunci
yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain:
1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti
dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia,
2) Tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia,
3) Aturan hukum (menghormati
kesucian kontrak),
4) Sistem hukum yang sederhana yang
memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan
5) Adanya pasar bebas (kapitalisme).
3. Jalannya Revolusi Industri
Pada
akhir abad pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan
dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas
menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka bersaing secara bebas untuk
kemajuan dalam perekonomian.
a.
Tahap-tahap
Perkembangan Industri
Pertumbuhan
kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti berikut.
1)
Domestik
System
Tahap
ini dapat disebut sebagai tahap
kerajinan rumah (home industry). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing
dengan alat yang mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari
pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh
berdasarkan jumblah barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian,
majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi
atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.
2)
Manufactur
Setelah
kerajinan industri makin berkembang diperlulan tempat khusus untuk bekerja agar
majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya.
Sebuah manufaktr (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya
berada dibagian belakang rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat
tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan
dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah
buruhnya masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih
berdasarkan pesanan.
3)
Factory
System
Tahap
sistem factory (pabrik) sudah merupakan industri yang menggunakan mesin.
Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau di luar
kota. Tempat tersebut untuk tempat bekerja, sedangkan majikan tinggal di tempat
lain. Demikian juga toko tempat bekerja tempat pemasaran hasil industri
diadakan ditempat lain. Jumlah tenaga kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan
ratusan. Barang-barang produksinya untuk di pasarkan.
b.
Berbagai
Jenis Penemuan
Perkembangan
Revolusi Industri di Inggris ditandai dengan penemuan mesin-mesin yang berguna
bagi dunia industri. James Watt pada 1763 menemukan mesin uap. Hasil temuannya
itu lebih epektif dan efisien dinbandingkan dengan hasil penemuan Thomas
Newcomen. Temuan Newcomen, hanya berupa mesin yang dapat memompa air yang
menggenang di tambang-tambang batu bara dan masih menggunakan tenaga manusia.
Dengan demikian, temuan James Watt dapat digunakan di pabrik-pabrik. Awalnya
pabrik-pabrik sangat bergantung pada tenaga air. Oleh karena itu, pabrik harus
didirikan di dekat sungai. Dengan menggunakan bahan bakar batu bara, mesin uap
temuan Watt, menyebabkan pabrik-pabrik tidak bergantung lagi pada tenaga air
dan dapat didirikan dimana saja.
Penemuan
lainnya yang menunjang kemajuan industri adalah penemuan mesin-mesin
pertekstilan. Penemuan di bidang tekstil ini didasarkan pada keinginan untuk
memproses bahan tekstil secara cepat. Pada 1768, penemuan Richard Arkwiright
dan John Kay menemukan alat tenun yang dapat memprodksi dengan cepat (flying
shuttel dan water frame). Temuan ini lebih maju dibandingkan temuan John
Hargreaves, yaitu mesin pemintal yang dapat menghasiljkan beberapa benang
(spinning jenny). Mesin tersebut masih digerakan oleh tenaga kuda dan tenaga
air. Pada 1785, penemuan mesin tenun yang lebih otomatis (power loom) dibuat
oleh Edmund Cartwright. Dia menggunakan penemuan Arkwirght, Kay, Hargreaves,
dan James Watt. Mesin tenun dan alat pemintal temuan Edmund Cartwright menggunakan
mesin uap.
Hasil
temuan James Watt ternyata menjadi inspirasi bagi temuan teknologi lainnya
dalam bidang industri ataupun alat transportasi. Diantaranya adalah Henry Cort,
menemukan alat pelebur bijih besi dengan bahan bakar batu bara. Penemuan ini melahirkan
temuan lain dalam bidang transportasi seperti kapal uap oleh Robert Fultondan
kereta api uap oleh George Stephenson.
Pada
akhirnya, penemuan di bidang teknologi memiliki dampak yang luas di bidang
industri. Sehingga, produksi barang dapat diproses dengan cepat. Proses
didistribusikan dan pemasaran barang-barang industripun semakin lancar, ketika
berkembangnya sarana jalan dan alat transportasi yang digerakan oleh mesin.
Penemuan
teknologi baru besar peranannya dalam proses industrialisasi. Hal ini karena
teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja industri, melipat
gandakan hasil, dan menghemat biaya. Penemuan-penemuan yang penting, antara
lain sebagai berikut.
1. Kumparan
terbang (flying shuttel) ciptaan John Kay (1733). Dengan alat ini proses
pemintalan dapat berjalan secara cepat.
2. Mesin
pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard
Arkwiright (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
3. Mesin
tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwright
(1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
4. Cottongin,
alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Witney (1794). Dengan alat ini
maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang sangat besar dapat tercukupi.
5. Cap
Selinder ciptaan Thomas Bell (1785). Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi
pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok
dengan tenaga manusia.
6. Mesin
uap ciptaan James Watt (1769). Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai
perlatan besar yang menakjubkan, seperti lokomotif ciptaan Richard Trevethick
(1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api
penumpang. Kapal perang yang di gerakan dengan mesin uap diciptakan olen Robert
Fulton (1814). Mesin uap merupakan inti
dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai bapak
Revolusi Industri I. Penemuan-penemuan baru selanjutnya, semakin lengkap dan
menyempurnakan. Hal ini merupakan hasil dari Revolusi Industri II dan III,
seperti mobil, pesawat terbang, Industri Kimia dan sebagainya.
7. Tahun
1750, Abraham Darby menggunakan batu bara (cokes) untuk melelehkan besi untuk
mendapatkan nilai besi yang lebih sempurna.
8. Tahun
1802, Symington menemukan kapal kincir.
9. Tahun
1807, Robert Fulton membuat kapal yang telah menggunakan baling-baling yang
dapat menggerakan kapal. Kapal itu diberi nama Clermont yang mengarungi Lautan
Atlantik pertama kali. Kapal ini berangkat dari Paris dan berlabuh di New York.
Selanjutnya Robert Fulton berhasil membuat kapal perang pertama (1814) yang
telah digerakan oleh mesin uap.
10. Tahun
1804, Richard Trevekthick membuat kereta uap.
11. Tahun
1832, Samuel Morse membuat telegraf.
12. Tahun
1872, Graham Bell membuat pesawat telepon.
13. Tahun
1887, Daimler membuat mobil.
14. Tahun
1903, Wilbur Wrigrt dan Orville Wright membuat pesawat terbang.
c.
Dampak
Revolusi Industri
Revolusi Industri mengubah
Inggris menjadi negara industri yang maju
dan modern. Di Inggris muncul pusat-pusat industri, seperti Lancashire, Manchester, Liverpool, dan Birmingham.
Seperti halnya revolusi yang lain,
Revolusi Industri juga membawa akibat yang lebih luas dalam bidang ekonomi, social dan politik, baik di negeri Inggris sendiri maupun di negara-negara lain.
1)
Dampak di Bidang Ekonomi
Perubahan yang sangat cepat di
bidang industri membawa akibat yang luas di
berbagai aspek kehidupan. Dampak yang
paling menonjol dari Revolusi
Industri di Inggris adalah menculnya kapitalisme, adanya
pengambilan lahan pertanian menjadi
lahan industri, dan munculnya upaya pencarian daerah pemasaran di negeri
jajahan.
·
Munculnya kapitalisme
Akibat
langsung dari Revolusi Industri ini adalah terbentuknya lapisan masyarakat
baru, yaitu masyarakat pemilik modal. dengan kekuatan modal, mereka dapat menjalankan dan
membangun sektor-sektor indsutri di Inggris.
Dan para pemilik modal inilah muncul
istilah kapital (capital), yang
atinya "modal".
Kapitalisme
adalah suatu paham ekonomi yang berpandangan bahwa pendapatan (laba) dapat
ditingkatkan dengan cara ditunjang oleh sejumlah modal yang banyak, pengusaha sektor
produksi, sumber bahan baku, distribusi (pemasaran), dan teknologi terbaru. Dalam pandangan tersebut kaum
kapitalis sangat menginginkan adanya
kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu dalam usahanya,
persaingan yang bebas tanpa adanya campur tangan dari pihak pemerintah, sehingga kemakmuran bangsa dan negara hanya dapat diatur melalui mekanisme pasar.
Masyarakat kapitalis ternyata tidak
hanya berkembang di Inggris saja melainkan berkembang pula di
negara-negara yang ada di kawasan
Benua Eropa seperti, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman dan Italia. Masyarakat
kapitalis inilah yang menggerakkan perekonomian nasional. Akibatnya
dengan kekuatan moda!nya, golongan kapitalis juga dapat mempengaruhi
kebijakan-kebijakn pemerintah, sehingga kebijakan tersebut akan lebih
mengi:ntung bagi kelancaran usaha mereka.
· Pengambilan Tanah untuk lahan industri
Seperti yang telah diuraikan di
atas, salah satu dari dampak revolusi industri adalah munculnya kelompok yang memiliki modal. Dengan modal yang
dimilikinya, mereka menguasai perekonomian. Bahkan dengan modal itu mereka
dapat meluaskan lapangan pekerjaan industri. Usaha industri perlu lahan, mereka
para pemilik modal membeli tanah pertaniahmilik bangsawan. Pada akhirnya
pembelian lahan pertanian itu menimbulkan beberapa dampak.
Pertama,
para petani yang semula bekerja di lahan pertanian milik
bangsawan menjadi kehilangan pekerjaan. Mereka berusaha mencari
kerja di tempat lain, Ada sebagian di antara mereka pindah ke
kota bekerja sebagai buruh. Majikunmeekamemberi upah yang rendah.
Keduo, lahan
pertanian yang diubah menjadi lahan industri, lama-kelamaan metal pusat
industri dan akhirnya muncullah kota-kota industri Di inggris pada saat itu berkembang
kota' kota industri' seperti
Manchester, Liverpool, Sheffield dan Birmingham.
Di kota-kota industri tersebut, selain tumbuh pabrik-pabrik industri kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya seperti menjual barang kebutuhan
sehari-hari.
Ketiga,
berkembangnya kota industri melahirkan kelas buruh. Pembangunan tenaga mesin
mengakibatkan penggunaan tenaga buruh terbatas. Namun demikian, jumlah mereka
banyak.
Upah buruh
yang rendah memiliki pertentangan antara butuh dan majikan. Aksi pemogokan
bermunculan sebagai wujud protes kaum
buruh. Keadaan seperti ini sering terjadi sehingga keamanan negara
menjadi kacau. Oleh karena itu, negara turut campur dalam pengelolaan
beberapa perusahaan yang dianggap penting untuk kesejahteraan buruh dan rakyat.
·
Negeri jajahan sebagai daerah
pemasaran
Kelompok yang mendapat keuntungan
besar dari adanya revolusi indsutri adalah
para pemilik modal. Mereka sering disebutkaum
kapitalis. Munculnya revolusi industri menimbulkan kapitalisme modern, yang memperlihatkan peranan
kaum kapitalis sebagai produsen,
pedagang dan sekaligus pembagi barang-barang.
Di bidang
ekonomi harga barang menjadi murah. Hal itu disebabkan penggunaan mesin-mesin dapat melahirkan
produksi secara massal dan biasanya rendah.
Jika dibandingkan dengan barang hasil
kerajinan tangan, harga lebih mahal. Akibat lain di bidang ekonomi adalah perdagangan dunia semakin
maju. Ini disebabkan karena keperluan akan bahan industri dan pasaran untuk industri makin luas. Komunikasi lalu lintas
yang semakin ramai mendorong para pengusaha mencari daerah pemasaran.
Untuk mencari
keuntungan yang sebesar-besarnya kaum kapitalis bekerja sama dengan pemerintah agar dapat menjalankan
kegiatan usahanya. Bangsa Eropa yang mempunyai daerah jajahan, menjadikannya sebagai daerah bahan
industri, sebagai sasaran hasil industri,
dan sebagai daerah penanaman modal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa
Revolusi Industri telah melahirkan bentuk
imperialisme baru.
·
Barang melimpah dan harga murah
Revolusi
Industri telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran
dengan proses mekanisasi. Dengan demikian, dalam
waktu singkat dapat menghasilkan barangbarang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat ganda sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang
lebih luas. Akibat pembuatan barang
menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga harga
menjadi lebih murah.
·
Perusahaan kecil gulung tikar
Dengan
penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga
harga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat perusahaan
tradisional terancam
dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.
·
Perdagangan makin berkembang
Berkat
peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah
menjadi produksi internasionai. Pelayaran
dan perdagangan internasional makin berkembang pesat.
·
Transportasi makin lancar
Adanya
penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi makin sempurna dan lancar. Dengan demikian, dinamika
kehidupan masyarakat makin meningkat.
2)
Akibat di Bidang Sosial
Beberapa
akibat Revolusi Industri di bidang sosial sebagai berikut.
·
Berkembangnya urbanisasi
Berkembangnya
industrialisasi telah menimbulkan kotakota dan pusat-pusat keramaian yang baru. Oleh karena
kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih
layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan
pekerjaan. Hal ini mengakibatkan kurangbaiknya dalam usaha kegiatan pertanian.
· Upah buruh rendah
Akibat
makin meningkatnya arus urbanisasi ke kota'kota industri maka jumlah tenaga
makin melimpah. Sementara itu' pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian,
upah tenaga kerja menjadi murah. Selain itu'jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan moeka menjadi
susah Bahkan, para pengusaha banyak
memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah.
·
Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh
Di dalam
kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok
pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan demikian dalam masyarakat timbulk
golongan baru, yakni golongan pengusaha yang hidup penuh dengan kemewahan dan
buruh yang hidup dalam kemiskinan.
·
Adanya kesenjangan antara
majikan dan buruh
Dengan
munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak, sedangkan
dipihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan kesenjangan antara
majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan ketegangan-ketegangan
yang diikub dengan pemogokan
kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Hal ini
menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis.
·
Munculnya revolusi sosial
Pada 1820-an terjadi huru hara
yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang
miskin dengan ddukung oleh kaum buruh, Gerakan
sosial Ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan
undang-undang yang menjamin perbaikan
nasib kaum buruh dan orang miskin. Undang-undang tersebut, antara lain
sebagai berikut.
-
Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau Undang-Undang Pembaharuan
Pemilihan. Menurut undang-undang ini, kaum buruh
mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen.
-
Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau UndangUndang Pabrik.
Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. Di samping
itu, undangundang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanakkanak
dan wanita di daerah tambang di bawah tanah.
-
Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir
Miskin. Oleh karena itu, didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga
tidak berkeliaran.
-
Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi lndustri
sifat individualitas makin kuat
karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang.
Sebaliknya, makin menipisnya rasa
solidaritas dan kekeluargaan.
3)
Akibat di Bidang Politik
Beberapa akibat Revolusi Industri
di bidang politik sebagai berikut.
·
Munculnya gerakan sosialis
Kaum buruh yang diperiakukan
tidak adil oleh kaum pengusaha mulai
bergerak menyusun kekuatan untuk memperbaik mereka. Mereka kemudian
membentuk organisasi yang disebut gerakan
sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi pemikiran
Thomas More yang menulis buku Utopia.
Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan penggerak
paham sosialis adalah Karl Marx
dengan bukunya Das Kapital.
· Munculnya partai politik
Dalam upaya
memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi dengan makin kuatnya, kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yakni Labour
Party (Partai Buruh). Partai ini
berhaluan sosialis. Di pihak pengusaha mengabungkan diri ke dalam Partai
Liberal.
· Munculnya imperialisme modern
Kaum
pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan
untuk melakukan imperialisme demi
kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah
sebagai tempat pemasaran hasil
industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, dan tempat
mendapatkan tenaga buruh yang murah.
Dalam hal ini Inggris-lah yang menjadi pelopornya.
Revolusi
Industri yang terjadi di Eropa dan di Inggris khususnya membawa
dampak di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Di bidang sosial
munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang
untuk memperbaiki nasib. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan
sosialis yang menjadi lawan dari kapitalis.
Bahkan, kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi, yakni Partai Buruh. Di bidang
ekonomi, perdagangan makin berkembang.
Perdagangan lokal berubah menjadi perdagangan regional dan internasional.
Sebaliknya, di bidang politik, Revolusi Industri melahirkan imperialisme modern.