Sabtu, 16 April 2016

Diantara Makhluk Alloh SWT yang patut kita Tafakuri.



MENAFAKURI RAYAP..!!!!

          Alangkah indahnya jikalau kita mampu mengambil aneka hikmah dari makhluk apapun yang Allah SWT ciptakan di muka bumi ini. Rayap, misalnya, adalah salah satu makhluk yang selama ini kita anggap lemah, hina, dan menjijikan. Akan tetapi, sekiranya kita lebih bijak, maka kita pun akan dapat meluangkan waktu dan kepedulian kita untuk berpikir tentang peranan dan manfaatnya bagi kita semua, yang mungkin selama ini sangat terabaikan dari perhatian kita.

          Peran rayap tercatat dalam Alquran terekam saat meninggalnya Nabi Sulaeman a.s. Waktu itu, dengan karunia-Nya beliau meninggal tatkala berdiri memegang tongkatnya. Luar biasanya lagi, tidak ada satu makhlukpun yang mengetahui bahwa Nabi Sulaeman telah meninggal. Hingga suatu peristiwa menunjukkan kematiannya, yaitu ketika beliu jatuh tersungkur akibat tongkat yang menopangnya hancur dimakan rayap (QS. 34:14). Sebagai organime pemakan kayu (selulosa), itulah memang sebagian dari misi keberadaan rayap; makan kayu.

          Bagaimana rayap mampu melumat kayu? Kayu merupakan produk dari tumbuhan. Tersusun dari unit-unit anhidroglukopiranosa yang bersambungan membentuk rantai molekul. Unit-unit itu terikat dengan ikatan glikosidik. Sebagai polimer, kayu melimpah keberadaanya di dunia, terdapat hampir 26,5 x 1010 ton. Manusia memanfaatkannya dalam berbagai bentuk penggunaan (kertas, kain, bahan bakar, dll) tetapi tak mampu menggunakannya sebagai sumber nutrisi (makanan). Sebaliknya rayap mampu mencerna selulosa sebagai sumber nutrisinya.

          Manusia sendiri tidak mampu mencernakan selulosa--bagian berkayu dari sayuran yang kita makan, akan dikeluarkan lagi--, sedangkan rayap mampu melumatkan dan menyerapnya sehingga sebagian besar ekskremen hanya tinggal lignin-nya saja. Keadaan menjadi jelas setelah ditemukan berbagai protozoa flagellata dalam usus bagian belakang dari berbagai jenis rayap (terutama rayap tingkat rendah: Mastotermitidae, Kalotermitidae dan Rhinotermitidae), yang ternyata berperan sebagi simbion untuk melumatkan selulosa sehingga rayap mampu mencernakan dan menyerap selulosa. Bagi yang tidak memiliki protozoa seperti famili Termitidae, bukan protozoa yang berperan tetapi bakteria--dan bahkan pada beberapa jenis rayap seperti Macrotermes, Odontotermes dan Microtermes memerlukan bantuan jamur perombak kayu yang dipelihara di "kebun jamur" dalam sarangnya.

          Makanan utamanya adalah kayu atau bahan yang terutama terdiri atas selulosa. Dari perilaku makan yang demikian, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa rayap termasuk golongan makhluk hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan dalam ekosistem kita. Mereka merupakan konsumen primer dalam rantai makanan yang berperan dalam kelangsungan siklus beberapa unsur penting seperti karbon dan nitrogen.

          Dari 2500 jenis rayap di dunia, 200 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Sembilan koma lima persen yang ada di Indonesia tadi justru sangat bersahabat dengan manusia. Sedangkan lima persen rayap lainnya menjadi pengganggu kehidupan manusia, yaitu jenis Cryptotermes curvidnathas, Schedorhinotermes Javanica, Macrotermes gilvus, Cryptotermes cynocepha, dan Microtermes inspiparis. Sikap bersahabat ini karena keberadaan rayap di suatu tempat dapat menjadi indikator kesuburan lahan di lokasi tersebut. Tiada lain karena rayap memang mampu menyuburkan lahan yang diringgalinya. Seekor rayap dapat diumpamakan sebuah bioreaktor yang mampu melumatkan sampah, kayu, kertas dan bahan lainnya, yang terdapat di dalam dan permukaan tanah.

          Uniknya, rayap sebenarnya termasuk binatang purba karena sudah ada sejak 200 juta tahun silam, diduga lebih tua dari manusia. Dari waktu ke waktu jumlah rayap terus meningkat mengingat peningkatan jumlah rumah karena meningkatnya jumlah penduduk. Ditambah, hutan sebagai habitat asli rayap, juga mulai berkurang karena dibuka untuk lahan pertanian dan perumahan. Karena tidak ada ranting sebagai bahan makanan rayap, maka kusen pintu, jendela, sampai perabot rumahlah yang jadi sasaran.

          Dari 4000 jenis kayu yang ada di Indonesia, hanya sekitar 10 persen saja yang tahan terhadap serangan rayap, diantaranya kayu ulin, merbau, sengon laut, dan kayu laut. Kayu-kayu tersebut memiliki zat ekstraktif yang bersifat racun bagi jamur dan rayap. Sebetulnya semua jenis kayu memiliki zat tersebut, namun zat itu bisa habis tercuci oleh bahan pelarut umum, seperti air hujan, metanol, air panas, air dingin, alkohol dan sebagainya.

          Terdapat keistimewaan yang luar biasa dari binatang ini, dari keanekaragaman jenisnya sampai nilai manfaatnya bagi hidup dan kehidupan. Kemampuan dan nilai manfaat rayap ini, mustahil dijelaskan dengan serangkaian peristiwa kebetulan sebagaimana anggapan teori evolusi. Peristiwa kebetulan tidak mampu memunculkan sejumlah mekanisme sempurna ini secara bersamaan. Manusia, dengan akal dan ilmunya, tidak akan percaya bahwa peristiwa kebetulan memunculkan desain ini. Rayap telah Allah ciptakan sebagai bagian dari rancangan seluruh alam ini uamh didesain dengan Maha Sempurna.

          Kelebihan nilai manfaat binatang yang satu ini adalah perwujudan ilmu yang Mahaluas dari Sang Pencipta. Allah, Penguasa Seluruh Alam, adalah Pencipta segala sesuatu. Dan seluruh makhluk hidup memperlihatkan tanda-tanda penciptaan sempurna oleh Allah. "Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini". (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 4) ***

(Sumber : Jurnal MQ Vol. 1/No.10/Februari 2002)   

Bercermin Diri berarti Evaluasi Diri.



BERCERMIN DIRI,,,,,,,,,,,

Sahabatku,

Dalam keseharian kehidupan ini, kita seringkali melakukan aktivitas bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap, itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya, kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan.

Hanya saja, jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya topeng yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isi dari topeng yang kita pakai ini. Yaitu diri kita sendiri.

Sahabatku,

Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?"

Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, "Apakah mata ini  yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah yang Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?"

Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thayibah, 'laaillaahaillallaah', ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan buah zakum yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"

"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Betapa banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Betapa banyak kata-kata yang manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Allah dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah mengampunimu?"

 Sahabatku,

Tataplah diri kita dan tanyalah, "Hai kamu ini anak shaleh atau anak durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini? Dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya?! Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!"

"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga sana? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam tanpa ampun dengan derita tiada akhir?"

"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau zhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau rampas?"

"Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?"

Sahabatku,

Ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang menyebalkan? Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu"

"Apakah engkau ini shaleh atau shalehah seperti yang engkau tampakkan? Khusyu-kah shalatmu, zikirmu, do’amu, ...ikhlaskah engkau lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!"

Sungguh  betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi. Betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus topeng-topeng duniawi!


Sahabat-sahabat sekalian,

Sesunguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.***

(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.1/Mei 2001)

Sesungguhynya Alloh SWT telah bersumpah atas nama Waktu dalam Al Qur'an



DEMI WAKTU !!!

          Allah berfirman : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran." (Al Ashr: 1-3).

Saudaraku….
          Perlu diketahui, sesungguhnya modal bagi seorang muslim dalam mengarungi kehidupannnya di dunia ini adalah kesempatan waktu yang sangat singkat, denyut-denyut jantung yang terbatas, dan hari-hari yang terus berganti. Dan akan menjadi suatu keberuntungan baginya, jikalau ia mau memanfaatkan kesempatan dan detik-detik waktu tersebut untuk kebajikan. Pada hakekatnya waktu bagi manusia adalah usianya. Waktu adalah inti hidupnya yang abadi. Berjalannya waktu, tak ubahnya seperti awan. Jika waktu dimanfaatkan untuk Allah dan menyembah-Nya, maka itulah nilai yang paling mahal untuk umurnya. Dan apabila waktunya dimanfaatkan untuk hal yang tak berguna, maka nilai umurnya tak lebih seperti umur binatang. Dan kematian baginya lebih baik daripada hidupnya. Dan perlu Saudaraku ketahui pula, kalau umur manusia di dunia ini seperti musim tanam di dunia dan memetik hasil tanaman di akherat nanti.

Saudaraku…
          Tentunya Saudaraku tahu, kalau Allah sesungguhnya pernah bersumpah dengan waktu. Dan sesungguhnya sumpah yang pernah diucapkan Allah melalui firman-firman Nya, mengisyaratkan bahwa manusia sangat akrab dengan keburukan dan malapetaka dikarenakan terlena dari kejapan masa. Sumpah Allah pun juga mengisyaratkan tentang kemuliaan dan ketinggian waktu. Perlu Saudaraku ketahui, kalau kesengsaraan dan kerugian yang menyertai manusia dikarenakan oleh sikap menyia-nyiakan waktu. Padahal bukankah usia manusia sangatlah pendek?. Tetapi, setiap detik usia yang dilewati akan dipertanggungjawabkan kelak di hari kiamat nanti. Rasulullah Saw pernah bersabda : "Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari kiamat sehingga ia ditanya terlebih dahulu tentang empat perkara yaitu; tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya, untuk apa ia lewatkan, tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya, untuk apa ia gunakan."

Saudaraku…
          Hari demi hari silih berganti, malam demi malam saling mengikuti, dan begitu seterusnya. Dan manusia adalah musafir yang sedang menelusuri perjalanan yang ditemani waktu hingga sampai pada titik Saudarakur perjalanan. Dan setiap orang adalah bagian dari kafilah umat yang terus berjalan silih berganti dari generasi ke generasi dan berSaudarakur pada suatu tempat yaitu surga dan neraka. Seorang musafir yang bijak, pastinya menyadari bahwa perjalanan adalah tugas berat dan penuh tantangan yang tidak mungkin untuk dapat dinikmati dengan indah. Sebab kenikmatan akan ada setelah ia sampai ke tempat tujuan. Dan ia pun akan menyadari bahwa setiap detik yang dilaluinya dan setiap kaki yang melangkah dalam perjalanannya tidak mungkin berhenti. Sehingga Ia pun harus terus mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup.
Saudaraku…,
          Suatu ketika Ali Ra, pernah berpesan kepada para sahabatnya : "Dunia telah pergi meninggalkanmu dan Saudarakurat akan datang menjemputmu. Dunia dan Saudarakurat mempunyai hamba saudaraku!, maka jadilah engkau hamba Saudarakurat, dan jangan pernah kau menjadi hamba dunia. Sebab hari ini (baca; dunia) adalah amal bakti, bukan perhitungan yang dirinci. Sedangkan esok hari (baca;Saudarakurat) adalah perhitungan bukan amal bakti."

Saudaraku…
          Ada dua saat dimana manusia menyesali dirinya, yang pertama adalah, saat menanti ajal tiba yaitu, ketika manusia sedang berada dalam keadaan akan meninggal dunia dan menghadapi Saudarakurat. Dan kadangkala manusia berandai untuk diberi sekejap waktu agar dapat memperbaiki kekurangan dan menebus apa yang terlenakan. Dan yang kedua adalah, di Saudarakurat kelak, dimana seluruh amal perbuatan diberi balasan.

Saudaraku…
          Memang sering terlintas dipikiran dan di benak, untuk apa kita hidup?, dan ternyata pertanyaan itu dijawab seorang sahabat bernama Abu Darda, "Seandainya bukan karena tiga hal, aku tidak ingin hidup meskipun hanya satu hari. Siang hari aku dahaga pada Allah dengan menghindari larangan-Nya, bersujud di tengah malam, dan bergaul dengan orang-orang yang memilih tutur kata yang manis seperti memilih kurma yang baik."
          Umar bin Abdul Aziz melukiskan bahwa, Kehidupan di dunia ini bukanlah suatu keabadian. Dimana Allah menentukan kefanaan dunia dan kepergiaan makhluk-Nya menuju satu titik perjalanan. Tetapi berapa banyak bangunan kokoh yang dihancurkan karena alasan melenakan. Dan berapa banyak pula kesenangan hakiki ditinggalkan demi ilusi yang tak berarti. Maka pergilah mengarungi perjalanan, dengan kesiapan dengan kesiapan yang baik menghadapi rintangan dan berbekallah dengan ketakwaan sebab ketakwaan adalah sumber kebaikan.

Maka dari itu Saudaraku…
          Sebuah pesan jujur dan nasehat yang mulia pernah terlontar dari seorang Fadhil bin Iyadh, ia berkata : "Berpikirlah dan berkaryalah sebelum datang penyesalan. Jangan terpesona oleh gemerlap dunia, karena dunia pasti akan menipunu !"
          Begitupun Umar bin Abdul Aziz berpesan : " Jadilah orang asing, di negeri asing ini (baca; dunia), dengan itu, pikiranmu akan selalu tercurah untuk membekali diri dan mempersiapkan diri untuk kembali lagi. Atau bersikaplah engkau dinegeri asing ini seperti pengembara seorang diri yang tidak bermukim sama sekali. Sehingga di siang dan malam, engkau terus berjalan menyusuri dunia ini menuju satu tujuan.


(Sumber : Jurnal MQ Vol. II/No.2/JUNI 2002)

Sejarah Revolusi Industri dari Imperialisme Kuno ke Modern



BAB II
PEMBHASAN
A. Pengertian Revolusi Industri
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok kehidupan masyarakat.  Revolusi industri adalah perubahan teknologi,sosioekonomi, dan budaya pada akhir abad ke -18 dan awal abad ke -19 yang terjadi dengan penggantian ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang didominasi oleh industri dan di produksi mesin.
Revolusi ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar) dan di tenagai oleh mesin (terutama dalam produksi tekstil).  Revolusi telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan mnejadi menggunakan mesin.  istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh friedrich Engels dan Louis Aguste Blanqui di pertengahan abad ke -19.  Revolusi Industri dapat dikatakan sebagai suatu peristiwa yang mengubah sistem ekonomi agraris menjadi sistem ekonomi Industri yang menggunakan tenga mesin sebagai alat produksinya,menggatikan tenaga hewan dan manusia.
Sebulum dikenal alat-alat mekanis dan otomatis, masyrakat Eropa bekerja dengan menggunakan alat-alat manual (menggunakan tenaga manusia) dan masih mengandalkan kecepatan kedua tangan dan kaki. 
Pada masa revolusi industri, perlatan tersebut jarang digunakan sebab telah ditemukan mesin pemintal, mesin tenun, lokomotif, dan sebagainya.  Semua mesin tersebut bukan digunakan oleh tangan dan kaki, tetapi oleh mesin uap.  Dengan demekian, pada masa revolusi industri terajadi penghematan tenaga manusia.  Setelah revolusi industri terjadi, perbedaan pola hidup masyarkat sangat terlihat.
B.  Latar Belakang Terjadinya Revolusi Industri
Revolusi industri dikawasan Benua Eropa bermula di negara Inggris,  kemudian pada awal abad ke-19, mulai menyebar kenegara-negara Eropa lainya dan negara-negara di Benua Amerika.  Adapun sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya revolusi industri tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Keamanan  dalam negara inggris yang mantap.  Mntapnya kondisi keamanan negra Inggris pada sekitar abad ke -18, sehingga menjamin seluruh segi kehidupan masyarakat Inggris pada saat itu.  Begit puladengan sistem ekonomi, masyarakat Inggris dengan tenang dan tanpa rasa takut menjalankan roda perekonomian mereka.
2.    Mulai berkembangnya kegiatan kewiraswataan dan manufakur.  Berkembangnya masyarakat Eropa sebulum revolusi industri hidup dalam sistem perdaganagan yang masih menggunakan uang dan sistem barter.  Kegiatan-kegiatan diproduksi dalakukan di rumah-rumah atau kerajinan rumah (home industri). Di Prancis dikenal  istilah “Gilda”, yaitu bengkel kerja dan pusat usaha.  Setiap orang yang akan memesan barang-barang dapat menghubungi gilda.  Alat-alat yang dihasilkan oleh gilda adalah alat rumah tangga, alat kerja pertanian, dan sebagainya.  Gilda baru bekerja apabila ada pesanan.  Prekembangan selanjutnya dari gilda ini adalah munculnya minat yang luar biasa dari masyarakat Inggris terhadap tempat pengolahan yang lebih memadai seperti pabrik.  Dari minat inilah, muncul kegiatan Ekonomi manufaktur dimana para pekerja tidak lagi bekerja di rumah-rumah melainkan di tempat-tempat khusus yang disediakan pengusaha sebagai tempat produksi. 
3.    Inggris memilki kekayaan alam terutama batu bara dan bijih besi.  Kekayaan SDA seperti banyak ditemukan batu bara dan bijih besi, telah membantu Inggris dalam mengembangkan industrinya karena batu bara dan bijih besi sangat diperlukan dalam proses produksi.  Batu bara dijadikan sebagai bahan abakar mesin-mesin dab bijih besi diperlukan untuk industri barat.  Kekayaan alam tersebut ditunjang oleh kemampuan dan keinginan manusianya.  Orang Inggris terkenal sebagai oarang yang rajin dan tekun dalam penelitian alam.  Kemauan dan keuletan warga Inggris itu, didukung oleh adanya lembaga penelitian bernama (the royal for improving natural knowledge yang didirikan oleh pemerintah Inggris pada 1662 dan the french Academy of Science yang didirikan pada 1666.  Kedua lembaga tersebut mensponsori kegiatan-kegiatan eksplorasi alam, sehingga denagan adanya lembaga-lemabaga ini telah mendorong terjadinya penemuan-penemuan baru dikemudian hari.
4.    Inggris memilki banyak daerah jajahan.  Kerjaan Inggris pada abad ke -18 memliki banyak daerah jajahan yang tersebar di Bneua Afrika dan Asia.  Daerah daerah inilah yang mendukung kegaiatan inndustri Inggris, karean daerah jajahan tersebut dapat menyediakan bahan baku yang diperlukana oleh industri Inggris.  Selain itu, daerah-daerah jajaha tersebut dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran hasil industri Inggris.
5.    Terjadinya revolusi Agararia.  Kondisi masyarakat Inggris yang dilanda gejolak turut melatarbelakangi revolusi industri di negara tersebut.  Gejolak yang dimaksud adalah revolusi Agraria (pertanian).  Revolusi Agraria ini disebabkan oleh berkembangnya kerajina pakaian wol, yang denagn sendirinya meningkatkan permintaan bulu domba.  Dari hal itu, usah dibidang wol menjadi sangat menarik, maka tanah pertanian di ubah menjadi peternakan domba.  Untuk keperluan peternakan domba tersebut, tanah para bangsawan yang tersebar letaknya dikumpulkan dengan cara ditukar-tukar dengan tanah milik petani.  Tanah yang berupa tanah padang itu dipagari dan digunakan sebagai penegmbalaan domba.  Perubahan fungsi tanah menjadi lahan peternakan pun disebabkan harga gandum yang turun.  Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap para petani.  Sebelumnya, pada saat tanah pertanian masih diusahakan mereka bekerja sebagai petani penyewa.  Sebab tanah di Inggris pada dasarnya adalah milik raja dan bangsawan.  Sejak tanah itu diubah menjadi lahan perternakan jumlah pekerja yang dibutuhkan relatif sedikit.  Akibatnya, banyak para petani beralih kerja sebagai pekerja di tambang batu bara dan pabrik-pabrik tekstil.  Ada pula yang pergi ke kota yang mencari kerja disana.  namun, lapangan kerja terbatas dan akhirnya muncul gelandangan.  Munculnya gelandangan menjadi masalah tersendiri bagi pemeritah.  Pada saat perkembangan industri sangat pesat diperkotaan, pemerintah dapat menangulangi masalhmasalh gelandangan dengan menjadikan sebagai buruh.
6.    Munculnya paham ekonomi liberal.  kegiatan lain yang mendorong lahirnya Revolusi Industri adalah kegiatan perekonomian.  Sejak abad ke-17, dunia pelayaran dan perdagangan di Inggris berkembannya pesat.  Perkembangan itu dibuktikan oleh banyaknya kongsi-kongsi dagang, seperti EIC (East India Company), Virginia Co., plymouth Co., Masaachusets bay co., dan lain-lain.  Para kongsi dagang banyak memperoleh keuntungan dari penanaman modalnya di Inggris dan daerah lain.  Sebagian besar dari keuntunganya itu ditabung di bank, sehingga secara keseluruhan aktivitas mereka memberi kesejahtraan bagi kerajaan Inggris.  Gejolak dalam masyrakat lainya adalah munculnya paham ekonomi liberal.  Tokoh tokoh yang mengembangkan paham ini adalah Adam Smith, Thomas Robert Malthus, David Ricardo, dan John Sturart Mill.  Pham ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap paham ekonomi merkantilisme yang melahirkan sistem ekonimi yang diatur oleh pemerintah.
7.    Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sejak awal abad ke-16, Inggris mulai memasuki abad pemikiran yang mengakibatkan munculnya ilmuan-ilmuan baru tersebut, muncul pula ide-ide baru.  Ide dan gagsan baru tersebut mendorong terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Perkembangan yang didasarkan atsa ide dan gagsan baru tersebut, muncul pula penemuan-penemuan baru yang dapat memperingan segala jenis pekerjaan manusia.  Dengan temuan-temuan baru inilah revolusi industri dimulai.
Faktor lain yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
a.      Faktor Kunci Terjadinya Revolusi Industri
Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain:
 1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia,
2) Tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia,
 3) Aturan hukum (menghormati kesucian kontrak),
4) Sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan
5) Adanya pasar bebas (kapitalisme).

3. Jalannya Revolusi Industri
Pada akhir abad pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian.
a.     Tahap-tahap Perkembangan Industri
Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan, seperti berikut.
1)      Domestik System
Tahap ini dapat disebut  sebagai tahap kerajinan rumah (home industry). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan jumblah barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.
2)      Manufactur
Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlulan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah manufaktr (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada dibagian belakang rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan.
3)      Factory System
Tahap sistem factory (pabrik) sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau di luar kota. Tempat tersebut untuk tempat bekerja, sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Demikian juga toko tempat bekerja tempat pemasaran hasil industri diadakan ditempat lain. Jumlah tenaga kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan ratusan. Barang-barang produksinya untuk di pasarkan.
b.    Berbagai Jenis Penemuan
Perkembangan Revolusi Industri di Inggris ditandai dengan penemuan mesin-mesin yang berguna bagi dunia industri. James Watt pada 1763 menemukan mesin uap. Hasil temuannya itu lebih epektif dan efisien dinbandingkan dengan hasil penemuan Thomas Newcomen. Temuan Newcomen, hanya berupa mesin yang dapat memompa air yang menggenang di tambang-tambang batu bara dan masih menggunakan tenaga manusia. Dengan demikian, temuan James Watt dapat digunakan di pabrik-pabrik. Awalnya pabrik-pabrik sangat bergantung pada tenaga air. Oleh karena itu, pabrik harus didirikan di dekat sungai. Dengan menggunakan bahan bakar batu bara, mesin uap temuan Watt, menyebabkan pabrik-pabrik tidak bergantung lagi pada tenaga air dan dapat didirikan dimana saja.
Penemuan lainnya yang menunjang kemajuan industri adalah penemuan mesin-mesin pertekstilan. Penemuan di bidang tekstil ini didasarkan pada keinginan untuk memproses bahan tekstil secara cepat. Pada 1768, penemuan Richard Arkwiright dan John Kay menemukan alat tenun yang dapat memprodksi dengan cepat (flying shuttel dan water frame). Temuan ini lebih maju dibandingkan temuan John Hargreaves, yaitu mesin pemintal yang dapat menghasiljkan beberapa benang (spinning jenny). Mesin tersebut masih digerakan oleh tenaga kuda dan tenaga air. Pada 1785, penemuan mesin tenun yang lebih otomatis (power loom) dibuat oleh Edmund Cartwright. Dia menggunakan penemuan Arkwirght, Kay, Hargreaves, dan James Watt. Mesin tenun dan alat pemintal temuan Edmund Cartwright menggunakan mesin uap.
Hasil temuan James Watt ternyata menjadi inspirasi bagi temuan teknologi lainnya dalam bidang industri ataupun alat transportasi. Diantaranya adalah Henry Cort, menemukan alat pelebur bijih besi dengan bahan bakar batu bara. Penemuan ini melahirkan temuan lain dalam bidang transportasi seperti kapal uap oleh Robert Fultondan kereta api uap oleh George Stephenson.
Pada akhirnya, penemuan di bidang teknologi memiliki dampak yang luas di bidang industri. Sehingga, produksi barang dapat diproses dengan cepat. Proses didistribusikan dan pemasaran barang-barang industripun semakin lancar, ketika berkembangnya sarana jalan dan alat transportasi yang digerakan oleh mesin.
Penemuan teknologi baru besar peranannya dalam proses industrialisasi. Hal ini karena teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja industri, melipat gandakan hasil, dan menghemat biaya. Penemuan-penemuan yang penting, antara lain sebagai berikut.
1.      Kumparan terbang (flying shuttel) ciptaan John Kay (1733). Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat.
2.      Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard Arkwiright (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
3.      Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwright (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
4.      Cottongin, alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Witney (1794). Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang sangat besar dapat tercukupi.
5.      Cap Selinder ciptaan Thomas Bell (1785). Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia.
6.      Mesin uap ciptaan James Watt (1769). Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai perlatan besar yang menakjubkan, seperti lokomotif ciptaan Richard Trevethick (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api penumpang. Kapal perang yang di gerakan dengan mesin uap diciptakan olen Robert Fulton (1814).  Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai bapak Revolusi Industri I. Penemuan-penemuan baru selanjutnya, semakin lengkap dan menyempurnakan. Hal ini merupakan hasil dari Revolusi Industri II dan III, seperti mobil, pesawat terbang, Industri Kimia dan sebagainya.
7.      Tahun 1750, Abraham Darby menggunakan batu bara (cokes) untuk melelehkan besi untuk mendapatkan nilai besi yang lebih sempurna.
8.      Tahun 1802, Symington menemukan kapal kincir.
9.      Tahun 1807, Robert Fulton membuat kapal yang telah menggunakan baling-baling yang dapat menggerakan kapal. Kapal itu diberi nama Clermont yang mengarungi Lautan Atlantik pertama kali. Kapal ini berangkat dari Paris dan berlabuh di New York. Selanjutnya Robert Fulton berhasil membuat kapal perang pertama (1814) yang telah digerakan oleh mesin uap.
10.  Tahun 1804, Richard Trevekthick membuat kereta uap.
11.  Tahun 1832, Samuel Morse membuat telegraf.
12.  Tahun 1872, Graham Bell membuat pesawat telepon.
13.  Tahun 1887, Daimler membuat mobil.
14.  Tahun 1903, Wilbur Wrigrt dan Orville Wright membuat pesawat terbang.

c.      Dampak Revolusi Industri
Revolusi Industri mengubah Inggris menjadi negara industri yang maju dan modern. Di Inggris muncul pusat-pusat industri, seperti Lancashire, Manchester, Liverpool, dan Birmingham. Seperti halnya revolusi yang lain, Revolusi Industri juga membawa akibat yang lebih luas dalam bidang ekonomi, social dan politik, baik di negeri Inggris sendiri maupun di negara-negara lain.
1) Dampak di Bidang Ekonomi
Perubahan yang sangat cepat di bidang industri membawa akibat yang luas di berbagai aspek kehidupan. Dampak yang paling menonjol dari Revolusi Industri di Inggris adalah menculnya kapitalisme, adanya pengambilan lahan pertanian menjadi lahan industri, dan munculnya upaya pencarian daerah pemasaran di negeri jajahan.
·         Munculnya kapitalisme
Akibat langsung dari Revolusi Industri ini adalah terbentuknya lapisan masyarakat baru, yaitu masyarakat pemilik modal. dengan kekuatan modal, mereka dapat menjalankan dan membangun sektor-sektor indsutri di Inggris. Dan para pemilik modal inilah muncul istilah kapital (capital), yang atinya "modal".
Kapitalisme adalah suatu paham ekonomi yang berpandangan bahwa pendapatan (laba) dapat ditingkatkan dengan cara ditunjang oleh sejumlah modal yang banyak, pengusaha sektor produksi, sumber bahan baku, distribusi (pemasaran), dan teknologi terbaru. Dalam pandangan tersebut kaum kapitalis sangat menginginkan adanya kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu dalam usahanya, persaingan yang bebas tanpa adanya campur tangan dari pihak pemerintah, sehingga kemakmuran bangsa dan negara hanya dapat diatur melalui mekanisme pasar.
Masyarakat kapitalis ternyata tidak hanya berkembang di Inggris saja melainkan berkembang pula di negara-negara yang ada di kawasan Benua Eropa seperti, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman dan Italia. Masyarakat kapitalis inilah yang menggerakkan perekonomian nasional. Akibatnya dengan kekuatan moda!nya, golongan kapitalis juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakn pemerintah, sehingga kebijakan tersebut akan lebih mengi:ntung bagi kelancaran usaha mereka.
·      Pengambilan Tanah untuk lahan industri
Seperti yang telah diuraikan di atas, salah satu dari dampak  revolusi industri adalah munculnya kelompok yang memiliki modal. Dengan modal yang dimilikinya, mereka menguasai perekonomian. Bahkan dengan modal itu mereka dapat meluaskan lapangan pekerjaan industri. Usaha industri perlu lahan, mereka para pemilik modal membeli tanah pertaniahmilik bangsawan. Pada akhirnya pembelian lahan pertanian itu menimbulkan beberapa dampak. 
Pertama, para petani yang semula bekerja di lahan pertanian milik bangsawan menjadi kehilangan pekerjaan. Mereka berusaha mencari kerja di tempat lain, Ada sebagian di antara mereka pindah ke kota bekerja sebagai buruh. Majikunmeekamemberi upah yang rendah.
Keduo, lahan pertanian yang diubah menjadi lahan industri, lama-kelamaan metal pusat industri dan akhirnya muncullah kota-kota industri Di inggris pada saat itu berkembang kota' kota industri' seperti Manchester, Liverpool, Sheffield dan Birmingham. Di kota-kota industri tersebut, selain tumbuh pabrik-pabrik industri kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya seperti menjual barang kebutuhan sehari-hari.
Ketiga, berkembangnya kota industri melahirkan kelas buruh. Pembangunan tenaga mesin mengakibatkan penggunaan tenaga buruh terbatas. Namun demikian, jumlah mereka banyak.
Upah buruh yang rendah memiliki pertentangan antara butuh dan majikan. Aksi pemogokan bermunculan sebagai wujud protes kaum buruh. Keadaan seperti ini sering terjadi sehingga keamanan negara menjadi kacau. Oleh karena itu, negara turut campur dalam pengelolaan beberapa perusahaan yang dianggap penting untuk kesejahteraan buruh dan rakyat.
·         Negeri jajahan sebagai daerah pemasaran
Kelompok yang mendapat keuntungan besar dari adanya revolusi indsutri adalah para pemilik modal. Mereka sering disebutkaum kapitalis. Munculnya revolusi industri menimbulkan kapitalisme modern, yang memperlihatkan peranan kaum kapitalis sebagai produsen, pedagang dan sekaligus pembagi barang-barang.
Di bidang ekonomi harga barang menjadi murah. Hal itu disebabkan penggunaan mesin-mesin dapat melahirkan produksi secara massal dan biasanya rendah. Jika dibandingkan dengan barang hasil kerajinan tangan, harga lebih mahal. Akibat lain di bidang ekonomi adalah perdagangan dunia semakin maju. Ini disebabkan karena keperluan akan bahan industri dan pasaran untuk industri makin luas. Komunikasi lalu lintas yang semakin ramai mendorong para pengusaha mencari daerah pemasaran.
Untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya kaum kapitalis bekerja sama dengan pemerintah agar dapat menjalankan kegiatan usahanya. Bangsa Eropa yang mempunyai daerah jajahan, menjadikannya sebagai daerah bahan industri, sebagai sasaran hasil industri, dan sebagai daerah penanaman modal. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Revolusi Industri telah melahirkan bentuk imperialisme baru.
·         Barang melimpah dan harga murah
Revolusi Industri telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran dengan proses mekanisasi. Dengan demikian, dalam waktu singkat dapat menghasilkan barang­barang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat ganda sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Akibat pembuatan barang menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga harga menjadi lebih murah.
·         Perusahaan kecil gulung tikar
Dengan penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga harga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat perusahaan tradisional terancam dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.
·         Perdagangan makin berkembang
Berkat peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah menjadi produksi internasionai. Pelayaran dan perdagangan internasional makin berkembang pesat.
·         Transportasi makin lancar
Adanya penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi makin sempurna dan lancar. Dengan demikian, dinamika kehidupan masyarakat makin meningkat.
2) Akibat di Bidang Sosial
Beberapa akibat Revolusi Industri di bidang sosial sebagai berikut.
·         Berkembangnya urbanisasi
Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota­kota dan pusat-pusat keramaian yang baru. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan kurangbaiknya dalam usaha kegiatan pertanian.
·      Upah buruh rendah
Akibat makin meningkatnya arus urbanisasi ke kota'kota industri maka jumlah tenaga makin melimpah. Sementara itu' pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi murah. Selain itu'jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan moeka menjadi susah Bahkan, para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah.
·         Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh
Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik.  Dengan demikian dalam masyarakat timbulk golongan baru, yakni golongan pengusaha yang hidup penuh dengan kemewahan dan buruh yang hidup dalam kemiskinan.
·         Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh
Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak, sedangkan dipihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikub dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis.
·         Munculnya revolusi sosial
Pada 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan ddukung oleh kaum buruh, Gerakan sosial Ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin. Undang-undang tersebut, antara lain sebagai berikut.

-          Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen.
-          Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau Undang­Undang Pabrik. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. Di samping itu, undang­undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak­kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah.
-          Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang­-Undang Fakir Miskin. Oleh karena itu, didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran.
-          Makin kuatnya sifat individualisme dan  menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi lndustri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang. Sebaliknya, makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan.
3) Akibat di Bidang Politik
Beberapa akibat Revolusi Industri di bidang politik sebagai berikut.
·         Munculnya gerakan sosialis
Kaum buruh yang diperiakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak menyusun kekuatan untuk memperbaik mereka. Mereka kemudian membentuk organisasi yang disebut gerakan sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi pemikiran Thomas More yang menulis buku Utopia. Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan penggerak paham sosialis adalah Karl Marx dengan bukunya Das Kapital.
·      Munculnya partai politik
Dalam upaya memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi dengan makin kuatnya, kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yakni Labour Party (Partai Buruh). Partai ini berhaluan sosialis. Di pihak pengusaha mengabungkan diri ke dalam Partai Liberal.
·      Munculnya imperialisme modern
Kaum pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah sebagai tempat pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini Inggris-lah yang menjadi pelopornya.
Revolusi Industri yang terjadi di Eropa dan di Inggris khususnya membawa dampak di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Di bidang sosial munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari kapitalis. Bahkan, kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi, yakni Partai Buruh. Di bidang ekonomi, perdagangan makin berkembang. Perdagangan lokal berubah menjadi perdagangan regional dan internasional. Sebaliknya, di bidang politik, Revolusi Industri melahirkan imperialisme modern.